Macam-Macam Perijinan yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah Dijual Murah

Selain pantainya yang menakjubkan, orang-orang cantik dan budaya menarik, Indonesia membanggakan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara. Konon, semakin banyak orang asing dari seluruh dunia datang ke nusantara dan memutuskan untuk menetap di sini, terkadang menikahi penduduk asli atau mendirikan bisnis di pasar lokal. Sehingga, mereka bisa membeli rumah dijual murah dengan kepemilikan istrinya.

Bila Anda sudah menikah dan mempunyai keluarga, pastilah ingin mempunyai rumah sendiri walau sangat sederhana. Usaha untuk mendapatkan rumah memang tidak mudah, terutama tentang budget. Tapi, kalau Anda mempunyai budget yang sedikit bisa mengambil KPR, tapi pastikan penghasilan Anda bisa mencukupi angsurannya setiap bulan. Berikut ini beberapa macam perijinan kepemilikan rumah yang harus Anda ketahui sebelum membelinya. 
Macam-Macam Perijinan yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah Dijual Murah
Ilustrasi
Hak atas tanah Adat
Salah satu hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah apakah tanah yang ingin Anda beli memiliki surat kepemilikan adat atau bersertifikat. Jika properti yang Anda minati secara hukum milik adat atau tradisional, maka jangan disarankan untuk membeli rumah dijual murah tersebut. Tanah dengan kepemilikan adat biasanya diwarisi melalui garis keturunan Indonesia atau kesukuan. Transaksi kepemilikan tanah bersertifikat diatur dalam Undang-Undang Dasar Agraria No. 5 Tahun 1960 melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). 

Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) - Hak untuk Membangun
SHGB adalah dokumen yang menetapkan hak pemegang sertifikat untuk membangun struktur di atas tanah sampai 30 tahun. Pada akhir semester, bisa diperpanjang selama 20 tahun lagi. SHGB seharusnya hanya dimiliki oleh warga negara Indonesia dan badan hukum yang diakui oleh hukum Indonesia. Namun, jika ada orang asing ingin tinggal di bangunan tersebut, SHGB bisa menjadi pilihan.

Sertifikat Hak Guna Usaha 
Sertifikat ini sama dengan SHGB saja bahwa lahan tersebut harus digunakan untuk tujuan pertanian. Validitas dokumen ini sampai 25 tahun dan bisa diperpanjang hingga 35 tahun.

Sertifikat Hak Pakai (SHP) - Hak Penggunaan
SHP hampir mirip dengan SHGB, sertifikat ini akan memiliki masa berlaku maksimum 25 tahun dan dapat diperpanjang sampai 80 tahun digunakan. Properti dengan status hak pakai habis masa berlakunya atau yang dijual ke pemilik lain mendapatkan kembali hak miliknya (kepemilikan bebas).

Jika ingin mencari rumah dijual murah di seluruh wilayah Indonesia bisa mencarinya lewa Urbanindo.com. Situs ini selalu siap membantu Anda yang disertai fitur-fitur canggih yang memudahkan Anda dalam mendapatkan rumah yang tepat. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »